Minggu, 22 April 2012

Menghadirkan Pencerahan



Sahabat SiteIslami yang dimuliakan Allah… tulisan ini berangkat dari pengalaman diri penulis. Namun adakalanya pengalaman ini sama pahitnya dengan yang dirasakan beberapa insan yang lain, sehingga alangkah indahnya apabila SiteIslami turut berbagi dengan Akhwat dan Ikhwan semua :)
“Menghadirkan pencerahan”. Rasanya terlalu muluk. Namun bagaimana dengan orang – orang yang putus asa? Bunuh diri saat ditinggal mati kekasihnya? Mengemis di usia muda? Atau bahkan problematika kehidupan yang lain.
Sesungguhnya Akhwat dan Ikhwanku, konsep dasar pencerahan itu sendiri adalah perjalanan untuk mengenal dan mengalahkan diri sendiri hingga mampu menyatu pada kehadiran Sang Pencipta.
Benar, Saudaraku! Mengalahkan diri sendiri dari fikiran – fikiran negative yang menghidupkan keputusasaan hidup. “Orang yang pesimis meyakini pendapat buruknya mengenai yang akan terjadi. Itu sebabnya, bagi seorang pesimis, keadaan sudah menjadi buruk sebelum benar – benar buruk.maka yakinilah yang baik bagimu. Engkau dan yang kau lakukan hanya sebaik penghormatanmu kepada dirimu sendiri (Mario Teguh)”.
Sehingga kita benar – benar dalam kearifan hidup. Mampu memahami cobaan, mampu memahami kekuatan diri dan kekuatan Tuhan, Insya Allah kita mampu menghadirkan pencerahan diri. Amin.

Tears


source image: cuppalova.blogspot.com
Tenangkan diriku. Aku kecewa dengan sebuah kata “Pertemuan”. Sebab, “pertemuan” – lah yang menjadi biang keladi si perpisahan. Lalu siapa perpisahan itu? Apakah perpisahan adalah sebuah kematian, Sayang?
Aku tak mampu menghitung lagi berapa sisa jari – jariku karena di sela – selanya masih menyimpan jari – jarimu.
Tears all mine.
Diantara sinar lampu cafĂ© merah dan cairan – cairan kopi senja.
Aku pasti TAK akan mengingatnya - TAK pernah lupa.
Tears all mine.
(20 April 2012)

Selasa, 20 Maret 2012

“CHATALLEYA”



(02.49 am at 17 March’12)
Tiba – tiba kau segar lagi, Chatalleya
Kutarik lagi kenanganku
Kau diam anggun di serambi – serambi
Sedang aku sempoyongan berlari
Di antara gerimis yang rapat serta lampu – lampu taman

Kutarik lagi yang dahulu
Kupasang di antara tirai – tirai jendela kamar
Kulahap –lumat
Menggugat panas di tenggorokanku,
Seketika suaramu: aku mendadak lunak

Sudah ya, Chataleyya!
Duduk pada sofa ternyaman itu
Aku ingin merentar pada sobekan – sobekan cuaca yang lama terbadai
Dan ketika aku kembali, sofa ini akan kujual untuk membeli tiket antibadai
Ataupun pupuk berkualitas
Namun jika itu tidak terjadi,
Maafkan, Chatalleya – ku!

Kamis, 08 Maret 2012

Kematian Kedua

siteislami.co.cc
Bukankah kehidupan benar, atau jelmaan kematian?
luka menindas sebanyak tetesan pagi ini
kulebur diriku: kabut di sela hujan
Ampun, Ya Rabb...

berat dan ringan adalah aku, dan
kamu: benda yang telah dicongkel matanya
mampukah melihat serdadu hujan darah di mataku?


aku lantak...
berulang - ulang dari tetesan pagi ini
kamu: benda yang telah dicongkel hatinya
tak akan mampu mengartikan aliran hilir di mataku

aku tercecer...
di antara siksa dan derita rekaman masa lalu
kamu: benda yang telah dicongkel otaknya
lantas tak kunjung mampu hidup kembali

aku menjadi engsel pintu rumahmu (dahulu)
yang telah roboh sebelum kau lunasi kreditnya
tidakkah lagi kau amati dengan sisa inderamu:
bukankah kehidupan benar, atau jelmaan kematian keduaku?
(08 Maret 2012)

Rabu, 08 Februari 2012

Mengungkap Tabir Cinta Semu

Alhamdulillah wa Syukurillah Site Islami dapat posting dan berbagi kembali dengan Akhwat dan Ikhwan sekalian. Awal mulanya yulisan ini diposting berangkat dari maraknya perayaan Hari Valentine. Yaitu bagaimana pemuda pemudi menampakkan hasrat cintanya yang (bagi mereka yang merayakan) dinamai cinta sejati. begitukah? :-)
Mari Saudara Saudariku, kita kaji lebih dalam, sehingga menimbulkan akar pemahaman dan keyakinan tentang apa itu cinta sejati, setelah mengetahui hakikat cinta semu. menurut muslimah.or.id :

Minggu, 22 Januari 2012


Rabu, 11 Januari 2012

“Kematian Terakhir 10-01-12”


Kini nanti dan lusa adalah aku
Ketika perjalanan tembus sesat,
Luka lara duka adlah bagian dariku
Punbegitu pada apa adanya,
Kereta…
Relmu dan relku tak pernah bersimpangan

Template by:
Free Blog Templates